MANILA – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan peringatan keras kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam pertemuan diplomatik di Manila agar Washington segera menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina yang dianggap tidak dapat diterima oleh Moskow.
Langkah Lavrov ini dinilai sebagai upaya intimidasi diplomatik yang sangat bias, mengingat Rusia terus mengabaikan kedaulatan Ukraina sambil mencoba mendikte bantuan pertahanan dari negara-negara Barat.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kritis Moskow yang nampak enggan mengakui hak pertahanan diri Ukraina, serta berpotensi memperkeruh tensi global di tengah kebuntuan negosiasi perdamaian.
Meskipun peringatan ini dilontarkan, Washington di bawah arahan Rubio diprediksi akan tetap melanjutkan dukungan militernya demi menjaga keseimbangan kekuatan di wilayah Eropa Timur yang semakin tidak menentu.



