JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan tindakan dini pada setiap titik hotspot guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah Indonesia secara berulang setiap tahunnya.
Langkah teknis yang ditekankan mencakup pembangunan sumur bor di lokasi rawan serta penguatan edukasi masyarakat, namun kebijakan ini dinilai masih cenderung bersifat reaktif karena belum menyentuh akar permasalahan deforestasi dan konflik agraria yang sistemik.
Selain pencegahan fisik, penegakan hukum yang tegas dijanjikan bagi para pelanggar, meskipun publik tetap menaruh skeptisisme tinggi terhadap keberanian aparat dalam menindak korporasi besar yang seringkali berada di balik pembukaan lahan secara ilegal.
Tantangan utama bagi pemerintahan baru kini adalah membuktikan bahwa instruksi tersebut bukan sekadar retorika politik tahunan, melainkan komitmen nyata untuk mengakhiri krisis asap yang terus merugikan kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.





