SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 16 ribu warga di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang, Jawa Tengah, kini terancam krisis air bersih akibat musim kemarau berdasarkan data Pusdalops BPBD periode 13 hingga 14 Juli.
Kondisi memprihatinkan ini menyoroti lemahnya mitigasi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi fenomena iklim yang terus berulang setiap tahunnya.
Krisis yang melanda tiga kabupaten tersebut membuktikan bahwa distribusi air bersih melalui truk tangki hanyalah solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar permasalahan.
Ribuan warga terus dibiarkan bergantung pada bantuan darurat karena minimnya pembangunan infrastruktur sumber air permanen di wilayah rawan kekeringan tersebut.
Pemerintah daerah dan pusat seharusnya tidak hanya terjebak dalam rutinitas penanganan bencana pasca-kejadian, melainkan harus lebih kritis dalam mengevaluasi tata kelola air dan kerusakan lingkungan di Jawa Tengah.
Ketidakmampuan menjaga ketahanan air bagi 16 ribu warga ini menjadi sinyal kegagalan dalam mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat kecil.




