JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan rencana pembangunan Jembatan Gembok Cinta di atas Sungai Cideng, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, guna menciptakan ikon wisata baru bagi ibu kota.
Langkah ini diklaim sebagai upaya mempercantik wajah kota, namun banyak pihak mulai mempertanyakan relevansi proyek estetika tersebut di tengah masalah infrastruktur dasar Jakarta yang masih carut-marut.
Pembangunan di atas Sungai Cideng ini memicu kekhawatiran terkait efektivitas anggaran daerah yang seharusnya dapat diprioritaskan untuk normalisasi sungai atau penanganan polusi.
Kritik tajam muncul karena proyek ini dianggap hanya sebagai ornamen kosmetik yang mengabaikan fungsi ekologis sungai dan kebutuhan mendesak warga akan penanggulangan banjir.
Publik kini menanti transparansi rincian anggaran serta analisis dampak lingkungan agar proyek ini tidak berakhir menjadi pemborosan demi sekadar mengejar popularitas visual.





