TYRE – Militer Israel secara sepihak memerintahkan pengusiran massal terhadap warga di Kota Tyre, Lebanon, terutama di wilayah pemukiman mayoritas Kristen, pada Selasa (9/6) sebagai persiapan menjelang potensi invasi militer darat ke kawasan tersebut.
Langkah provokatif ini memicu kecaman karena menargetkan wilayah sipil yang padat penduduk dan mengancam stabilitas kedaulatan Lebanon di tengah eskalasi konflik yang kian tidak terkendali.
Kebijakan pengusiran paksa ini dinilai sebagai bentuk agresi nyata yang mengabaikan hukum internasional serta keselamatan penduduk lintas agama di wilayah bersejarah tersebut.
Dunia internasional kini menyoroti tindakan destruktif ini yang dikhawatirkan akan memperburuk krisis kemanusiaan dan memicu gelombang pengungsian besar-besaran di Timur Tengah.



