SEMARANG – Merayakan HUT ke-479, Pemerintah Kota Semarang meluncurkan program inovatif berupa penukaran botol plastik dengan lumpia gratis bagi warga di pusat kota sebagai upaya mendorong budaya ramah lingkungan sekaligus mempromosikan identitas kuliner lokal.
Program ini diklaim merupakan bagian dari komitmen strategis Pemkot Semarang dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat sekaligus menguatkan posisi kota sebagai rumah bagi kuliner legendaris yang mendunia.
Namun, langkah ini menuai sorotan kritis karena dinilai sebagai kebijakan simbolis yang belum menyentuh akar permasalahan krisis sampah plastik di wilayah ibu kota Jawa Tengah yang kian mengkhawatirkan.
Tanpa integrasi sistem pengolahan limbah yang mumpuni dari hulu ke hilir, inisiatif bagi-bagi lumpia ini dikhawatirkan hanya akan menjadi seremoni musiman yang gagal memberikan dampak lingkungan secara berkelanjutan dan jangka panjang.




