Hardiknas: Pendongeng Samarinda Kritik Pola Belajar Formal yang Kaku

Dua pendongeng muda asal Samarinda, Airin dan Kimberly, saat memberikan perspektif kritis mengenai metode belajar pada momen Hardiknas di RRI Pro 4 Samarinda. (Foto: RSS)

SAMARINDA – SAMARINDA – Merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Minggu (3/5/2026), dua pendongeng muda asal Samarinda, Airin dan Kimberly, mengkritisi keterbatasan sistem edukasi formal melalui dialog interaktif di RRI Pro 4 Samarinda dengan mendorong anak-anak Indonesia untuk menjadikan hobi sebagai instrumen utama belajar.

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap kurikulum yang seringkali terlalu terpaku pada teks buku, sehingga mengabaikan potensi eksploratif yang ada di lingkungan sehari-hari dan minat pribadi siswa.

Meskipun gagasan ini menawarkan kesegaran bagi perkembangan kognitif anak, realitas di lapangan menunjukkan bahwa birokrasi pendidikan masih sulit mengakomodasi bakat non-akademik secara serius.

Oleh karena itu, dorongan dari Airin dan Kimberly menjadi pengingat bagi otoritas terkait bahwa transformasi pendidikan sejati harus menyentuh akar kebebasan belajar, bukan sekadar slogan peringatan tahunan semata.