JAKARTA – Sejumlah pengemudi mobil angkutan di Jakarta mulai menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait penerapan mandatori biodiesel B50 yang baru saja diberlakukan pemerintah karena dianggap berisiko merusak komponen mesin dalam jangka panjang.
Para sopir mengeluhkan performa mesin yang terasa lebih berat serta kondisi filter solar yang jauh lebih cepat kotor sejak beralih ke campuran 50 persen minyak sawit tersebut.
Meskipun program ini diklaim sebagai langkah ramah lingkungan, peningkatan biaya perawatan akibat penggantian suku cadang yang lebih rutin justru menjadi beban finansial baru yang menghimpit ekonomi para pelaku transportasi kecil.
Kebijakan transisi energi ini dinilai terlalu ambisius dan terkesan dipaksakan tanpa adanya jaminan kompensasi atau solusi teknis bagi armada angkutan rakyat yang rentan mengalami kerusakan.





