JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengepung Provinsi Jambi pada musim kemarau ini, memicu kritik tajam terhadap peran korporasi besar dalam pengelolaan lahan gambut yang rentan terbakar.
Sorotan tajam tertuju pada PT WKS, di mana sejumlah organisasi masyarakat sipil melaporkan bahwa wilayah konsesi perusahaan tersebut telah berulang kali mengalami kebakaran hebat setidaknya sejak tahun 2015.
Kegagalan berulang ini dianggap sebagai bukti nyata lemahnya komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem gambut serta minimnya ketegasan pemerintah dalam memberikan sanksi hukum yang menjerakan.
Publik kini mendesak langkah konkret untuk memutus rantai impunitas korporasi agar bencana kabut asap tahunan tidak lagi menjadi siklus destruktif yang merugikan kesehatan warga dan kelestarian lingkungan.





