JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Ibu Kota untuk menyukseskan gelaran bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 dalam upayanya menjadikan Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Pernyataan ambisius ini langsung memicu sorotan tajam mengenai sejauh mana kesiapan nyata infrastruktur pendukung dan manajemen kerumunan yang sering kali masih menjadi catatan merah dalam penyelenggaraan ajang internasional di Jakarta.
Publik menyoroti bahwa predikat kota ramah olahraga yang diusung pemerintah harus dibuktikan dengan solusi konkret atas masalah laten kemacetan serta aksesibilitas transportasi publik yang nyaman bagi para suporter mancanegara.
Keberhasilan Jakarta dalam ajang ini akan menjadi tolok ukur krusial apakah komitmen Gubernur Pramono benar-benar mampu mengubah wajah kota secara sistematis atau hanya berakhir sebagai retorika politik demi citra daerah semata.





