KAZAN – Aliansi BRICS secara strategis memanfaatkan posisi Iran dalam KTT di Kazan untuk memperkuat posisi tawar mereka terhadap Barat di tengah lonjakan harga minyak global yang dipicu ketegangan Timur Tengah.
Namun, blok ini justru menunjukkan sikap ambivalen yang mengecewakan dengan hanya menyerukan penahanan diri semaksimal mungkin tanpa berani menunjuk pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik tersebut.
Ketidakmampuan BRICS untuk mengambil sikap tegas mencerminkan perpecahan internal yang mendalam, di mana kepentingan ekonomi jangka pendek tampak lebih diutamakan daripada solusi perdamaian yang konkret.
Kehadiran Iran di meja perundingan memang memberikan keunggulan diplomasi yang tidak dimiliki Amerika Serikat, tetapi tanpa tindakan nyata, aliansi ini berisiko hanya menjadi panggung retorika tanpa pengaruh geopolitik yang substantif.


