NEW YORK – Dunia memperingati 25 tahun pasca-serangan 11 September (9/11) di Amerika Serikat yang secara radikal telah mengubah lanskap keamanan dan intelijen global sejak tahun 2001 hingga hari ini.
Peristiwa tragis ini menjadi katalisator utama bagi negara-negara besar dalam menyusun ulang doktrin pertahanan serta kebijakan luar negeri yang jauh lebih intervensionis dan represif.
Meskipun diklaim sebagai langkah preventif, penguatan arsitektur intelijen ini justru memicu kritik tajam terkait normalisasi pengawasan massal yang secara sistematis mengikis privasi dan hak asasi manusia di berbagai belahan dunia.
Koresponden keamanan BBC menyoroti bahwa warisan serangan tersebut telah membentuk arah kebijakan selama satu generasi, namun efektivitasnya tetap dipertanyakan seiring munculnya ketidakstabilan geopolitik baru yang lahir dari sisa-sisa strategi keamanan masa lalu.


