JAKARTA – Para talenta muda sepak bola dalam laga final Soekarno Cup 2026 di Jakarta secara kolektif menggalang dana bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu malam sebagai bentuk aksi solidaritas nyata di tengah persaingan kompetisi nasional.
Aksi ini diklaim bertujuan untuk memperkuat kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa di kalangan generasi muda atlet Indonesia.
Namun, langkah kolaboratif ini memicu kritik dari berbagai pihak yang mempertanyakan apakah keterlibatan atlet muda dalam isu kemanusiaan ini murni bentuk empati atau sekadar strategi pencitraan untuk mempermanis wajah turnamen.
Publik menyoroti bahwa di tengah euforia kemenangan, transparansi mengenai jumlah dan penyaluran bantuan harus tetap menjadi prioritas utama agar tidak menjadi komoditas panggung politik olahraga semata.
Meskipun semangat kepedulian tersebut patut diapresiasi, efektivitas aksi sosial yang dibalut dalam pesta olahraga mewah perlu diawasi ketat agar bantuan benar-benar sampai ke tangan para penyintas di NTT tanpa hambatan birokrasi.





