YERUSALEM – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu gelombang kemarahan internasional setelah secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam dalam sebuah pernyataan terbaru di Yerusalem.
Pernyataan haus darah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dari retorika genosida yang terus dipromosikan oleh pejabat garis keras di dalam lingkaran kabinet pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Komentar keji ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai aktivis kemanusiaan dan komunitas internasional karena dianggap sebagai provokasi yang sangat membahayakan nyawa warga sipil tak berdosa di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Tindakan provokatif Ben-Gvir ini semakin memperburuk citra Israel di mata dunia sekaligus mempertegas pengabaian total terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta hukum internasional yang berlaku.


