KUPANG – Gempa bumi berkekuatan dahsyat 7,7 Magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08) yang mengakibatkan 38 orang meninggal dunia serta ribuan warga terpaksa mengungsi.
Bencana ini mengungkap kerentanan infrastruktur daerah dalam menghadapi guncangan besar yang juga menyebabkan dua orang luka berat dan 11 lainnya luka ringan.
Sebanyak 2.000 warga kini tertahan di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas seadanya, sebuah fakta yang menuntut perhatian serius pemerintah terhadap manajemen risiko bencana di wilayah timur Indonesia.
Tragedi memilukan ini menjadi pengingat keras akan lambannya penguatan sistem mitigasi nasional, di mana angka kematian setinggi ini seharusnya bisa diminimalisir jika kesiapsiagaan bukan sekadar jargon.





