JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026 di Jakarta guna memperkuat posisi keuangannya di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Capaian laba ini didukung oleh penyaluran kredit perusahaan yang berhasil menembus angka psikologis sebesar Rp1.000 triliun untuk pertama kalinya.
Namun, meski secara nominal terlihat besar, pertumbuhan laba bersih bank swasta terbesar di Indonesia ini hanya merangkak naik sebesar 1,8 persen secara tahunan.
Angka pertumbuhan yang sangat tipis ini memicu sorotan kritis mengenai efektivitas operasional dan kemampuan bank dalam menjaga margin keuntungan di tengah tantangan makroekonomi yang semakin berat.




