LONDON – Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris (UK) di London pada hari ini setelah terpilih menjadi pemimpin tertinggi Partai Buruh menggantikan Sir Keir Starmer yang mengundurkan diri.
Pergeseran kekuasaan yang mendadak ini memicu gelombang skeptisisme karena Burnham mewarisi tumpukan masalah domestik dan ketegangan internal partai yang belum terselesaikan oleh pendahulunya.
Kritikus menilai rencana Burnham untuk melakukan desentralisasi kekuasaan secara radikal hanyalah langkah populis yang berisiko menciptakan perpecahan administratif yang lebih dalam di seluruh wilayah Britania Raya.
Tanpa strategi ekonomi yang lebih konkret, janji-janji pemerintahannya dalam mengatasi krisis biaya hidup dikhawatirkan hanya akan menjadi retorika politik tanpa perubahan substansial bagi rakyat kecil.



