KUALA LUMPUR – Sejumlah media massa di Tel Aviv, Israel, mulai menunjukkan kegaduhan setelah menyoroti pernyataan tegas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang berencana mendeportasi seluruh warga negara Israel dari wilayah Malaysia baru-baru ini.
Langkah ini dikritik sebagai manuver politik populis Anwar untuk memperkuat basis dukungan domestik, meskipun efektivitas kebijakan tersebut dipertanyakan karena Malaysia secara resmi memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
Media Israel menganggap ketegasan ini sebagai bentuk permusuhan terbuka yang berisiko memperburuk stabilitas diplomatik serta memicu sentimen negatif di kancah global.
Hingga kini belum ada rincian teknis mengenai pelaksanaan pengusiran tersebut, sementara para pengamat internasional memperingatkan dampak jangka panjang terhadap citra inklusivitas Malaysia di mata dunia.



