Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran: Akhir Era Kekuasaan Absolut Iran?

Suasana haru dan pengamanan ketat mewarnai upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di pusat kota Teheran, Sabtu (4/7). (Foto: RSS)

TEHERAN – Ribuan massa memadati ibu kota Teheran pada Sabtu (4/7) pagi waktu setempat untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebuah prosesi kenegaraan yang menandai berakhirnya era kekuasaan absolut di tengah ketidakpastian politik yang mendalam.

Ritual yang berlangsung dengan pengawalan ketat ini seolah-olah menjadi upaya rezim untuk menampilkan citra persatuan nasional, meskipun di baliknya tersimpan keretakan internal akibat tekanan ekonomi dan tuntutan reformasi yang terus membayangi negara teokrasi tersebut.

Dunia kini menyoroti bagaimana suksesi kepemimpinan akan dilakukan oleh Dewan Pakar, mengingat sistem politik Iran yang sangat sentralistik seringkali rentan terhadap konflik perebutan kekuasaan di lingkaran elit pasca hilangnya figur sentral.

Meskipun upacara ini dirancang sebagai penghormatan terakhir yang megah, tantangan nyata bagi stabilitas kawasan tetap menjadi pertanyaan besar karena Iran kini berada di persimpangan jalan tanpa arah kebijakan luar negeri yang jelas dari sang pemimpin tertinggi sebelumnya.