Kritik Pengelolaan Terumbu Karang Balikukup Berau Sebagai Jantung Dunia

Kondisi ekosistem bawah laut di perairan Balikukup, Berau, yang menjadi sorotan akibat pentingnya fungsi ekologis bagi segitiga terumbu karang dunia. (Foto: RSS)

BERAU – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa perairan Balikukup di Berau merupakan jantung segitiga terumbu karang global yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina, namun klaim ini dinilai kontras dengan minimnya pengawasan nyata di lapangan.

Kawasan strategis ini berfungsi sebagai jalur migrasi krusial bagi berbagai spesies laut langka yang seharusnya mendapatkan proteksi maksimal dari ancaman eksploitasi merusak.

Meski memegang status biodiversitas internasional, pengelolaan wilayah ini masih menuai kritik karena sering kali hanya berhenti pada narasi administratif tanpa tindakan konservasi yang menyentuh akar permasalahan lingkungan.

Publik mendesak pemerintah agar predikat ‘jantung dunia’ ini tidak sekadar menjadi jargon politik, melainkan diiringi dengan kebijakan yang mampu menjamin kelestarian ekosistem dari ancaman kerusakan permanen.