LONDON – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya di London setelah mencatatkan rekor sebagai pemimpin dengan tingkat kepercayaan publik paling rendah dalam beberapa dekade terakhir.
Keputusan ini menjadi titik nadir bagi karier politiknya yang dianggap gagal menyelaraskan kebijakan domestik dengan citra diplomatik yang ia bangun di mata dunia.
Meskipun sosoknya sempat mendapatkan penghormatan di panggung internasional, hal tersebut terbukti tidak cukup untuk membendung gelombang kemarahan rakyat Inggris terhadap krisis internal yang tak kunjung teratasi.
Mundurnya Starmer meninggalkan warisan kepemimpinan yang kontradiktif, di mana pengakuan global harus dibayar mahal dengan hilangnya legitimasi di hadapan konstituennya sendiri.



