JAKARTA – Ilmuwan Amerika Serikat resmi mengumumkan dimulainya fenomena El Niño pada Juni ini, yang memicu alarm bahaya bagi Indonesia atas potensi cuaca ekstrem dan lonjakan suhu panas yang tak terelakkan.
Kondisi ini bukan sekadar perubahan iklim biasa, melainkan ancaman nyata bagi ketahanan pangan nasional karena risiko gagal panen dan matinya komoditas pertanian akibat kekeringan ekstrem.
Pemerintah dituntut bertindak lebih dari sekadar retorika untuk mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi akan meningkat tajam seiring mengeringnya lahan gambut di berbagai daerah.
Kegagalan dalam mitigasi dini hanya akan memperpanjang siklus penderitaan ekonomi rakyat yang terhimpit kenaikan harga pangan dan krisis air bersih yang menghantui wilayah pelosok.




