JAKARTA – Di tengah lonjakan drastis harga BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga memicu sorotan tajam publik mengenai besaran gaji Kepala Manajer SPBU di Jakarta yang dinilai tidak sebanding dengan beban operasional saat ini.
Kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 mengindikasikan tekanan ekonomi yang besar bagi konsumen, namun tidak secara otomatis memperbaiki struktur kesejahteraan para pengelola di lapangan.
Meski mengemban tanggung jawab besar, kisaran gaji Kepala Manajer SPBU dilaporkan masih tertahan di angka Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, sebuah nominal yang dianggap sangat minim di tengah inflasi energi yang terus mencekik.
Ketimpangan antara profitabilitas perusahaan melalui kenaikan harga dan stagnasi pendapatan pekerja garda depan ini menunjukkan lemahnya komitmen korporasi terhadap keadilan ekonomi bagi karyawannya sendiri.




