SURABAYA – Soekarno, sang proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan iringan letusan Gunung Kelud yang sering dianggap sebagai pertanda alam luar biasa.
Peristiwa ini menjadi titik awal narasi sejarah yang panjang bagi bangsa Indonesia.
Namun, penyematan misteri angka enam dan fenomena alam tersebut seringkali dipandang secara kritis sebagai upaya pembangunan mitos personalitas untuk memperkuat karisma politik sang pemimpin di mata rakyat.
Meskipun dramatis, romantisisme sejarah melalui tanda-tanda alam ini perlu ditelaah kembali agar tidak mengaburkan realita dinamika perjuangan politik yang seharusnya bersifat objektif dan rasional.




