JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui sinergi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeklaim fundamental ekonomi nasional tetap kokoh di Jakarta meski nilai tukar rupiah terus mengalami dinamika yang tajam.
Langkah koordinasi intensif ini dilakukan sebagai upaya responsif untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang kian sulit diprediksi.
Meskipun Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan jaminan pengawasan ketat, narasi mengenai fundamental yang kuat ini patut dikritisi agar tidak sekadar menjadi retorika penenang di tengah ancaman inflasi yang nyata.
Publik kini menanti efektivitas konkret dari kebijakan antarotoritas tersebut guna memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus oleh volatilitas mata uang yang berkepanjangan.





