JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan tertutup dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, di Jakarta untuk membicarakan revitalisasi hubungan bilateral melalui narasi sejarah kedekatan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru.
Pertemuan yang dibungkus dengan suasana hangat dan penuh nostalgia ini justru menuai kritik karena terlalu menonjolkan kemesraan diplomatik masa lalu sebagai instrumen utama dibandingkan tawaran solusi strategis yang konkret.
Ketergantungan Megawati pada romantisme era Gerakan Non-Blok dikhawatirkan hanya menjadi seremoni simbolis yang mengaburkan urgensi penyelesaian isu ekonomi dan keamanan yang lebih mendesak bagi kedua negara di masa sekarang.
Publik pun mempertanyakan apakah diplomasi sentimental semacam ini masih cukup relevan untuk menjaga posisi tawar Indonesia di tengah pergeseran kekuatan global yang kian pragmatis.




